Klaim SBY atas di bubarkannya CGI membingungkan masyarakat

SBY dan Obama

SBY dan Obama

Klaim SBY atas di bubarkannya CGI membingungkan masyarakat

Oleh: Ardi Fitra Rahman[1]

Di tengah gencarnya kampanye pilpres yang di lakukan masing-masing tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden, masyarakat Indonesia di harap tetap mampu melihat secara objektif rekam jejak yang di miliki masing-masing kandidat. Demokrasi gelombang ketiga praktis memberikan atmosfer baru terhadap cara-cara kampanye yang di pilih, di banding masa orde lama dan orde baru. Sayangnya, rendahnya kecerdasan politik yang dimiliki masyarakat pada umumnya harus di hadapkan dengan para “spin doctor” masing-masing kandidat yang notabene mulai mengadaptasi metode marketing politik modern. Memori masyarakat yang singkat menjadi sasaran empuk penggiringan opini oleh “lembaga survey pesanan” dan iklan-iklan politik memikat yang membentuk citra para calon di media massa. Klaim-klaim atas pencapaian-pencapaian tertentu seringkali menyesatkan masyarakat karena hanya memberikan informasi yang sepotong-sepotong.

Salah satu klaim yang menarik untuk di perdebatkan adalah klaim capres SBY atas “prestasinya” membubarkan CGI (Consultative Group on Indonesia), sebuah konsorsium pendanaan yang terdiri dari lembaga keuangan multilateral, regional dan bilateral untuk pembangunan Indonesia. Di tengah kontestasi isu ekonomi neoliberalisme dan ekonomi kerakyatan di tengah masyarakat, masalah hutang menjadi isu yang ‘sexy” untuk di diangkat.

CGI yang terdiri dari para pendonor hutang selama ini dianggap memiliki agenda yang sarat kepentingan di balik semua bantuannya. Yang di khawatirkan dari hutang-hutang CGI adalah syarat-syarat yang mengikuti di belakang hutang tersebut. Persyaratan-persyaratan itulah yang di sinyalir memperburuk kondisi Indonesia terutama terkait program-program privatisasi dan liberalisasi. Dari satu sisi, di bubarkannya CGI yang telah menjadi penopang pendanaan pembangunan Indonesia sejak tahun 1967 oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya dapat dipandang sebagai sebuah prestasi. Namun jika di lihat lebih lengkap, tidak banyak yang berubah dari politik pengelolaan utang luar negeri Indonesia. Dalam sebuah acara dialog televisi wimar live, menteri keuangan Sri Mulyani dengan tegas menyebutkan bahwa hutang luar negeri masih menjadi instrumen pembiayaan pembangunan nasional Indonesia. Sejak di bubarkannya CGI tahun 2007, Indonesia justru semakin mendekatkan diri pada donor-donor strategis yang mengucurkan banyak pinjaman pada Indonesia seperti World Bank, ADB dan Jepang. Bahkan ketika pemerintah telah melunasi hutang kepada IMF bulan Oktober 2006, tidak ada yang berubah dari makro ekonomi Indonesia.

Indonesia memang sudah terlajur menjalankan resep-resep ekonomi IMF yang termasuk juga produk-produk legislasi kebijakan politik ekonomi Indonesia. Seharusnya, dengan berakhirnya hutang terhadap IMF berakhir pula obligasi Indonesia terhadap paket-paket kebijakan IMF yang tertuang dalam letter of intent antara pemerintah dan IMF. Namun hingga saat ini belum ada gelagat dari pemerintah untuk mereview apalagi membatalkan produk hukum yang melayani paket kebijakan IMF. Maka, sepertinya pembubaran IMF tidak di motivasi dari keinginan membuat langkah maju untuk melepaskan diri dari ”penyakit” kecanduan hutang.

Jika langkah yang diambil pemerintahan SBY setelah membubarkan CGI adalah menjalin kemitraan yang lebih mesra dengan donor-donor strategis, sebagaimana di ungkapkan Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rakhmat Walujanto bahwa pemerintah akan membuat forum donor baru yang hanya akan beranggotakan donor strategis saja[2], maka pembubaran CGI adalah sebuah “lagu lama”. Tahun 1991 presiden Soeharto membubarkan IGGI secara sepihak karena ia menilai forum donor itu telah berubah menjadi forum politik dari negara anggotanya. Kali ini, pemerintahan SBY kelihatanya juga berusaha memisahkan isu utang dan pembangunan dengan isu social, politik serta hak asasi manusia. Di luar itu, Indonesia masih enggan berpaling dari utang sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Artinya, pembubaran CGI tidak banyak berpengaruh terhadap politik pengelolaan utang luar negeri.

Di bubarkannya CGI seharusnya dapat menjadi langkah besar bagi Indonesia dalam memandang hutang sebagai instrument pembiayaan pembangunan. Indonesia secepatnya harus memulai mempertimbangkan skema-skema yang berujung pada penghapusan/pengurangan hutang negara. Perubahan paradigma dalam memandang bantuan internasional sebenarnya telah terjadi terutama setelah di sepakatinya skema-skema MDGs (Millenium Development Goals) yang di dalamnya termasuk pula model-model debtswap dari Negara-negara donor sebagai bagian dari komitmen global untuk menghapus kemiskinan. Skema penghapusan utang yang hamper serupa juga di tawarkan oleh paris club dan forum financing for development yang di fasilitasi oleh PBB.

Praktek-praktek penggelontoran uang hingga bermilyar-milyar dollar di benua afrika seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia karena terbukti tidak mampu mengangkat benua hitam itu dari jurang kemiskinan. Hutang bahkan seringkali mempengaruhi independensi sebuah Negara dalam melakukan negosiasi di arena hubungan internasional yang selanjutnya bermuara pada hasil-hasil yang merugikan Negara debitur. Di sinyalir modus operandi yang sama terjadi pada Indonesia ketika mengingat kasus-kasus kontrak karya di titik-titik kekayaan alam seperti Tembagapura yang di kelola PT. Freeport dan Blok Cepu yang di kelola Exxon.


[1] Ardi Fitra Rahman adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Padjadjaran dengan mengambil jurusan hubungan internasional.

[2] Wahyu Susilo, CGI bubar, utang jalan terus, Infid news, 2007. Hal 2.

2 Responses so far »

  1. 1

    teguh bratawiguna said,

    pembangunan selalu membutuhkan dana, dengan atau tanpa utang. secara hakiki, pinjaman internasional hanyalah salahsatu sumber asing saja, tak ada yg salah, cuma sebentuk opsi, sebuah alternatif. yg wajib disorot ialah cara kelola pinjaman itu dalam memetik sebesar-besarnya manfaat pembangunan bagi rakyat dan negara-bangsa.

  2. 2

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: