RUANG ARDI

Inswapala

Inswapala

Perjalanan Sembilan Belas

Perjalanan Sembilan Belas

“…Bagi mereka yang pernah duduk disini, hidup tak akan pernah sama lagi. Meski jejak kaki telah terhapus, ranting kayu bakar telah padam, dan bara api telah mengepulkan asap terakhirnya, kehangatan itu masih ada…”

“…katakan pada mereka yang belajar tentang Indonesia dari buku-buku, yang mencintai tanahnya karena dongeng guru-guru atau mereka yang mengukur luasnya dengan peta masa lalu. Kami yang membaui embunnya, menggenggam debunya, terkapar lelah di batas cakrawalanya, membawa pesan dari puncak-puncak tertinggi negeri ini. Salju-salju telah mencair, mata air mengering, dan pepohonan gagah kini tersungkur tak berdaya. Bukan salah para dewa, karena ternyata, mereka tak pernah berdaya menghadapi nafsu manusia. Atas nama setiap tetes keringat yang jatuh sepanjang perjalanan kami. Setiap kata adalah ikrar dan setiap langkah adalah perjuangan. Penjelajahan kami bukan karena dogma, penjelajahan kami bukan karena agitasi. Penjelajahan kami karena cinta yang sederhana. Kami mencintai setiap helai daunnya, mencintai setiap butir pasirnya, mencintai setiap kepak sayap-sayap burung yang berada di dalam rimbanya. Bagi kami itulah Indonesia, bukan Istana Merdeka…”


1 Response so far »

  1. 1

    amazing boss #lanjutkan


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: